Kirim Mebel ke Luar Negeri Sebaiknya Lewat Udara atau Laut?

Ada hal yang dipertimbangkan jika bingung kirim mebel ke luar negeri sebaiknya lewat udara atau laut, simak di sini.

Kirim mebel ke luar negeri sebaiknya lewat udara atau laut perlu dipertimbangkan oleh para eksportir mana yang lebih efektif. Hal ini berkaitan dengan keamanan, lamanya produk sampai ke tujuan, dan biaya yang dibutuhkan untuk pengiriman.

Pengiriman mebel via udara atau laut sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Berikut ini hal-hal yang dapat dijadikan pertimbangan saat ingin mengirim furnitur ke luar negeri via laut atau udara.

Kirim Mebel ke Luar Negeri Sebaiknya Lewat Udara atau Laut?

  1. Jalur Udara

Jika mulai berbisnis ekspor di bidang mebel, tentu membutuhkan pengiriman yang sesuai kebutuhan, salah satunya melalui jalur udara. Meskipun tidak semua jasa pengiriman menyediakan layanan kirim mebel via udara, tapi tetap ada yang menyediakannya.

  • Syarat

Adapun persyaratan mengirim mebel via udara yakni berat mebelnya minimal adalah 20kg dan maksimal 250kg. Jika lebih dari 250kg, akan dikenai tambahan biaya karena melebihi ketentuan. Biasanya, biaya tambahan tersebut berbeda-beda, sesuai maskapai penerbangan yang dipilih.

Selain itu, syarat dimensi ukuran mebel yang boleh dikirim melalui udara maksimalnya yakni 100cm x 80cm. Produk yang dikirim via udara hanya diizinkan per satu unit yang tidak melebihi 50kg. Jadi, pertimbangkanlah kirim mebel ke luar negeri sebaiknya lewat udara atau laut yang paling cocok kebutuhan.

  • Tarif

Untuk tarif pengiriman barang ekspor berupa mebel melalui jalur udara menyesuaikan dengan dimensi dan beratnya barang. Anda juga bisa terkena biaya tambahan jika menggunakan jasa repacking agar mebel yang dikirim bisa lebih aman sampai tujuan.

Jika dibandingkan dengan pengiriman via laut, jalur udara memang membutuhkan biaya yang lebih besar. Namun, kemungkinan barang yang dikirim via udara bisa lebih cepat sampai karena tidak membutuhkan waktu sandar di pelabuhan.

Baca Juga: Cara Menjual Mebel ke Luar Negeri Sesuai Aturan Yang Berlaku

Kirim Mebel Ke Luar Negeri Sebaiknya Lewat Udara Atau Laut Tarif
  1. Jalur Laut

Pengiriman mebel via laut bisa menjadi pilihan jika ukuran mebel yang akan dikirim tidak memenuhi persyaratan pengiriman via udara. Pasalnya, pengiriman jalur laut memiliki kapasitas yang jauh lebih besar.

  • Ketentuan

Pengiriman via laut memiliki dua metode yang berbeda, yakni LCL dan FCL yang memanfaatkan kontainer barang. Anda bisa mengirimkan mebel dengan ukuran sangat besar jika mengirimkannya menggunakan pengiriman jalur laut. Selain itu, eksportir bisa juga membooking satu kontainer jika tidak ingin dicampur dengan pengiriman produk lain.

Menariknya lagi, jalur laut bisa mengirimkan paket mebel dalam jumlah yang sangat banyak dalam satu kali pengiriman. Tentu ini lebih efektif dibandingkan dengan mengirimkannya satu per satu via udara.

Namun, perlu diingat bahwa pengiriman via laut membutuhkan waktu yang lebih kama karena dipengaruhi oleh kondisi alam dan jarak tempuh. Kapal pengirim barang membutuhkan waktu sandar setiap di pelabuhan.

  • Tarif

Kirim mebel ke luar negeri sebaiknya lewat udara atau laut yang murah bisa menggunakan jalur laut. Pasalnya, dalam sekali pengiriman kapal laut bisa membawa kontainer dengan kapasitas yang sangat besar. Jadi, tarif yang dibutuhkan lebih sedikit karena barang dikirimkan sekaligus dalam jumlah banyak.

Ini sangat cocok untuk eksportir yang ingin mengirim barang dalam jumlah banyak karena tarifnya yang sangat murah. Sehingga dapat mengurangi biaya yang dibutuhkan untuk pengiriman produk.

Itulah hal-hal yang dapat dijadikan pertimbangan jika bingung kirim mebel ke luar negeri sebaiknya lewat udara atau laut yang efisien. Pastikan Anda mengetahui informasi ini sebelum kirim paket ke luar negeri untuk kepentingan ekspor mebel.

Memuat data..